Selasa, 19 Mei 2015

Pengertian Manajemen

PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN MANAJEMEN
Kata manajemen berasal dari kata Latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan, Kata-kata itu digabungkan menjadi kata kerja manager yang artinya menangani. Managere diterjemahkan Ke dalam Bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management,dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
Manajemen dalam arti luas adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian (P4) sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien( dalam arti luas).
Pengertian manajemen menurut para ahli
Menurut G.R. Terry:
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata.
Menurut Hilman:
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
 Menurut Ricky W. Griffin:
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
B.     Pemahaman Tentang Organisasi
Menurut Ernest Dale, organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Sedangkan menurut Cyril Soffer, organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian dimana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah sekelompok orang yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.[1]
Ciri-ciri organisasi:
A.    Lembaga sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan
B.     Dikembangkan untuk mencapai tujuan
C.     Secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun
D.    Instrumen sosial yang mempunyai batasan yang secara relative dapat di identifikasi.

C.    Level Manajerial
Dalam organisasi yang besar, seringkali terdapat beberapa tingkatan manajer, yaitu :
1.      Top-level managers(manejer tingkat atas),
Top-level managers (manejer tingkat atas), tampak pada organisasi secara keseluruhan, mempengaruhi koordinasi internal dan eksternal, dan biasanya keputusan dibuat dengan sedikit instruksi atau terstruktur. Contohnya, manajer tingkat atas termasuk OCOO (organization’s chief operating officer) atau CEO (chief executive Officer), dan tingkat tertinggi perawat administrator. saat ini nomenklatur untuk manajer perawat tingkat atas bervariasi; ada yang disebut wakil presiden keperawatan atau layanan perawatan pasien, perawat administrator, direktur keperawatan, kepala keperawatan, asisten administrator dari layanan perawatan pasien, atau CNO (chief nurse officer).
Beberapa tingkat manejer perawat tingkat atas bertanggung-jawab bukan untuk departemen keperawatan. Contohnya, manejer perawat tingkat atas yang mengatur atau mengawasi bagian respiratory, fisik, dan departemen  pengobatan, bersifat tambahan terhadap semua departemen keperawatan.
Demikian juga, CEO memiliki bermacam gelar, seperti presiden atau direktur.
Hal ini perlu untuk diingat bahwa hanya CEO yang merupakan organisasi tertinggi bertugas mengatur dan merupakan bagian dari manejer perawat tingkat atas. Tanggungjawab manajer tingkat atas yaitu, menentukan filosofi organisasi, mengatur kebijakan, dan membuat tujuan serta prioritas untuk alokasi sumber daya. Oleh sebab itu, manajer tingkat atas sangat membutuhkan keterampilan kepemimpinan dan tidak terlibat dalam operasi rutin harian seperti manajer dengan tingkat yang lebih rendah.

2.      Manager middle-level (manajer tingkat menengah),
Manager middle-level (manajer tingkat menengah) mengkoordinir upaya dari tingkat hirarki yang lebih rendah dan Sebagai penghubung antara manajer dengan tingkat rendah dan manajer tingkat atas. Manajer tingkat menengah berperan dalam pelaksanaan operasi sehari-hari, namun tetap terlibat pada beberapa perencanaan jangka panjang dan dalam menetapkan kebijakan unit. Contoh manajer tingkat menengah yaitu Perawat supervisi, manajer keperawatan, kepala keperawatan, dan manajer unit.
Pada saat ini, terdapat banyak konsolidasi tambahan dan perolehan fasilitas kesehatan. Tingkat administrasi yang berkurang sering nyata pada organisasi yang mengkonsolidasikan ini. Hal ini sering terjadi pada manajer tingkat menengah yang mempunyai tanggungjawab tinggi dan ekspansi peran. Alhasil, banyak fasilitas kesehatan yang menamai kembali tingkat menejer menengah dengan gelar “Direktur sebagai cara untuk mengindikasi peran-peran yang baru (Urden & Rogers, 2000). Istilah lama direktur keperawatan, masih terpakai pada beberapa fasilitas kecil yang menunjukan CNO, kini juga digunakan pada beberapa organisasi kesehatan  untuk menunjukan manajer tingkat menengah. Perkembangan gelar pada administrator kesehatan sangat penting dibuat agar individu memahami peran dan tanggungjawab setiap posisinya.

3.      First level manager (Manajer tingkat pertama
First level manager (Manajer tingkat pertama), berkaitan dengan unit spesifik arus kerja. Mengurus masalah dengan segera pada unit operasi harian, dengan kebutuhan organisasi, dan dengan kebutuhan pribadi dari karyawan. Efektivitas dari manajer tingkat  pertama amat mempengaruhi organisasi. Manajer tingkat pertama memerlukan keterampilan manajemen  yang baik. pekerjaannya sangat dekat dengan pasien dan tim kesehatan, manajer tingkat pertama juga memiliki kesempatan yang sangat baik untuk mempraktekkan peran kepemimpinannya tersebut yang akan sangat besar mempengaruhi produktifitas dan kepuasan bawahannya. Contoh manajer tingkat pertama yaitu, perawat pemberi asuhan primer, tim pemimpin, manajer kasus, dan pimpinan perawat. Pada beberapa organisasi, setiap perawat yang terdaftar dapat dipertimbangkan menjadi manajer tingkat pertama. Semua perawat dalam setiap situasi harus mampu mengatur dirinya sendiri dan memberi perawatan.
Salah satu tanggung jawab kepemimpinan dalam organisasi adalah memeriksa secara Periodical sejumlah orang yang terikat perintah (bawahan). Organisasi sering menambahkan tingkatannya hingga terdapat terlalu banyak manajer. Oleh sebab itu, manajer keperawatan harus dengan cermat mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam menambahkan satu tingkat manajemen.

D.    Peran Manajer (Managerial Roles)
            Ketika para manajer ditanya, aktivitas apa saja yang mereka lakukan dalam mengelola perusahaan? Kemungkinan besar mereka akan menjawab bahwa aktivitas-aktivatas yang mereka lakukan adalah pleaning, organizing, leading, dan controlling. Tetapi apa yang sesungguhnya yang dilakukan oleh manajer tersebut tidaklah selalu dapat dikaitkan denagan fungsi manajemen secara jelas.
            Pleaning (perencanaan) adalah sebuah fungsi manajemen yang meliputi pendefinisian sasaran, penataan strategi untuk mencapai sasaran, dan pengembangan rencana kerja untuk mengelola aktivitas-aktivitas. Organizing (penataan) adalah sebuah fungsi manajemen yang melibatkan tidakan-tindakan penataan dan pengaturan berbagai aktivitas kerja secara terstruktur demi mencapai sasaran organisasi. Leading (kepemimpinan) adalah sebuah fungsi manajemen yang melibatkan interaksi dengan orang lain untuk mencapai sasaran organisasi. Controlling (pengendalian) adalah sebuah fungsi manajemen yang melibatkan tindakan-tindakan pengawasan, penelitian, dan koreksi terhadap kinerja dan hasil pekerjaan.
            Henry Mintzberg (1988) mengemukakan konsep peran manajer untuk lebih mempertajam pemahaman mengenai apa yang sebenarnya dilakukan oleh manajer. Dalam hal ini Mintzberg manajer diberikan wewenang formal oleh perusahaan. Melalui pemberian wewenang formal inilah manajer memiliki status manajer, dan berbagai peran yang dilakukan oleh manajer dapat dilihat di bawah ini.



Formal Authority and Status
 
Decisional Roles :
·         Entrepreneur
·         Disturbance Handler
·         Rosource Allocator
·         Negotiator
 
Informational Roles :
·         Monitor
·         Disseminator
·         Spokesman
 
Interpersonal Roles :
·         Figurehead
·         Leader
·         Liaison

 
 






                                                                                                         




            Berdasarkan hasil pegamatan yang dilakukan oleh Mintzberg terhadap apa yang sesungguhnya dilakukan oleh para manajer dalam menjalankan statusnya, diperoleh sepuluh peran yang dilakukan oleh manajer yang terbagi dalam tiga kelompok peran, yakni :
1.      Interpersonal roles (peran interpersonal)
Berdasarkan status serta kewenangan yang dimilikinya, manajer harus melakukan interaksi dengan sumber daya manusia lainnya dalam organisasi. Dari interaksi inilah akan muncul peran manajer yang bersifat interpersonal yang diwujudkan ke dalam tiga peran penting yakni figurehead role (peran panutan), leader role, leason role (peran penghubung).
2.      Informational Roles (peran pemberi informasi)
Status dan wewenang formal yang dimiliki oleh seorang manajer memungkinkan manajer untuk memperoleh informasi yang lebih luas, antara lain karena adanya bawahan yang harus melaporkan berbagai perkembangan perusahaan kepada manajer tersebut. Akibat kedudukannya ini maka manajer memiliki informasi lebih aktual dan dalam jumlah relatif lebih banyak dibandingkan dengan para bawahannya.
Dari sinilah muncul peran manajer yang kedua yakni informational role, yang selanjutnya di jabarkan menjadi tiga peran, yakni monitor role (peran pengawas) adalah seorang yang aktif mencari informasi yang mungkin berharga. Disseminator role (peran penyebar informasi) adalah peran yang mengirimkan kembali informasi yang relevan ke orang lain ditempat kerja. Spokesman role (juru bicara) adalah orang yang secara formal memberikan informasi kepada orang-orang di luar unit atau di luar organisasi.
3.      Decisional role (peran pengambil keputusan)
Informasi yang dimiliki oleh para manajer akan memiliki nilai guna apabila informasi tersebut digunakan pada saat para manajer mengambil keputusan. Oleh sebab itu, peran yang ketiga yang dilakukan oleh para manajer adalah decisional role yang mencakup entrepreneurial role (wirausahawan). Disturbance Handler role (peran penengah keributan), dalam hal ini manajer menangani masalah seperti pemogokan, pelanggaran, hak cipta, atau masalah dalam hubungan masyarakat atau perusahaan. Resources Allocator role (peran pengalokasi sumber daya), sebagai pengalokasi sumber daya manajer memutuskan bagaimana sumber daya di distribusikan dan dengan siapa dia akan bekerja sangat dekat. Negotiator role (peran perunding atau negosiator), dalam peran ini manajer melakukan perundingan denagn kelompok atau organisasi lain sebagai perwakilan dari perusahaan.
E.     Kinerja Organisasi
Menurut Swanson (dalam Keban, 2004:193) Kinerja organisasi adalah mempertanyakan apakah tujuan atau misi suatu organisasi telah sesuai dengan kenyataan kondisi atau faktor ekonomi, politik, dan budaya yang ada; apakah struktur dan kebijakannya mendukung kinerja yang diinginkan; apakah memiliki kepemimpinan, modal dan infrastuktur dalam mencapai misinya; apakah kebijakan, budaya dan sistem insentifnya mendukung pencapaian kinerja yang diinginkan; dan apakah organisasi tersebut menciptakan dan memelihara kebijakan-kebijakan seleksi dan pelatihan, dan sumber dayanya.
Kinerja organisasi oleh Bastian (2001:329) sebagai gambaran mengenai tingkaat pencapaian pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi dalam upaya mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi tersebut
Kinerja organisasi merupakan gambaran mengenai hasil kerja organisasi dalam mencapai tujuannya yang tentu saja akan dipengeruhi oleh sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Sumber daya yang dimaksud dapat berupa fisik seperti sumber daya manusia maupun nonfisik seperti peraturan, informasi, dan kebijakan, maka untuk lebih memahami mengenai faktor-faktor yang mampu mempengaruhi sebuah kinerja organisasi. Konsep kinerja organisasi juga menggambarkan bahwa setiap organisasi publik memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dapat dilakukan pengukuran kinerjanya dengan menggunakan indikator-indikator kinerja yang ada untuk melihat apakah organisasi tersebut sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan untuk mengetahui tujuannya sudah tercapai atau belum.
F.     SIKLUS PROSES MANAJEMEN
Manajemen melibatkan empat aktivitas dasar perencanaan dan pengambilan keputusan, pengambisian, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Walau terdapat logika mendasar untuk mendiskripsikan keempat aktivitas tersebut secara berurutan, kebanyakan dari manajer terlibat lebih dari satu aktivitas pada waktu yang bersamaan dan sering kali berganti aktivitas secara tidak terduga.
2. Pengorganisasian
Menentukan bagaimana cara terbaik untuk mengelompokan aktivitas dan sumber daya.

 
1. Perencanaan dan Pengambilan       Keputusan
Menempatkan tujuan organisasi dan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya.
 
3. Kepemimpinan
Memotivasi anggota organisasi untuk bekerja bagi kepentingan organisasi.

 
4. Pengendalian
Memonitor dan memperbaiki aktivitas yang berlangsung untuk memastikanpencapaian tujuan.

 
 












Berikut pemaparan definisi yang terdapat di atas :

1.      Perencanaan
Pada dasarnya merupakan suatu proses untuk menetapkan di awal berbagai hasil akhir (and results) yang ingin di capai perusahaan di masa mendatang,antara keiatan perencanaan dengan hasil akhir yang ingin di capai di asumsikan terdapat jeda waktu (time lag). Dimana semakin panjang rencana yang di buat maka jeda waktu antara perencanaan dengan hasil akhir yang ingin di capai semakin besar dan derajat ketidakpastian pencapaian hasil tersebut yang semakin meningkat dan sebaliknya.

2.      Pengorganisasian
Menurut Cyril Soffer,organisasian adalah persekutuan atau perkumpulan orang – orang yang masing – masing di beri peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja dimana pekerjaan di pilah pilih menjadi tugas dan di bagikan kepada pelaksana tugas untuk mendapatkan satu kesatuan hasil.

3.      Kepemimpinan               
Suatu proses yang di lakukan manajer perusahaan untuk mengarahkan dan memengaruhi para bawahannya dalam kegiatan yang berhubungan dengan tugas, agar para bawahannya tersebut mau mengerahkan seluruh kemampuannya baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota suatu tim untuk mencapai tujuanyang telah ditetapkan perusahaan.

4.      Pengendalian
Proses monitoring terhadap berbagai aktivitas yang dilakukan sumber daya organisasi untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tersebut akan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan tindakan koreksi dapat dilakukan untuk memperbaiki penyimpangan yang terjadi. Tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan dan pengendalian adalah tersedianya berbagai perangkat bagi manajer untuk mengarahkan dan memotivasi para bawahannya agar mereka dapat bekerja mencapai tujuan organisasian serta menyediakan umpan balik bagi para manajer mengenai seberapa bagus kinerja para bawahannya.


















KESIMPULAN
Kata manajemen berasal dari kata Latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan, Kata-kata itu digabungkan menjadi kata kerja manager yang artinya menangani. Managere diterjemahkan Ke dalam Bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management,dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
Manajemen dalam arti luas adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian (P4) sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien( dalam arti luas).
Dan pengertian organisasi menurut Ernest Dale, organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Ciri-ciri organisasi:
E.     Lembaga sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan
F.      Dikembangkan untuk mencapai tujuan
G.    Secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun
H.    Instrumen sosial yang mempunyai batasan yang secara relative dapat di identifikasi.








DAFTAR PUSTAKA
Usman,Husaini. ManajemenTeori Praktik dan Riset Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta: 2009 Jilid 6
From,http://mobelos.blogspot.com/2013/12/pengertian-manajemen-definisi-manajemen.html
Drucker, Peter. Chapter 12 organizational structure. Leadership Roles and Management   Functions in Nursing Theory & Application.pdf.
Ellis, J. R dan Hartley, C. L. (2012). Nursing in today’s world-trends, issues, and management. Philadelphia: Lippincott Williams and wilkins.
Subkhi, Akhmad, MM. Dan Mohammad Jauhar, S,pd. Pengantar Teori &Perilaku Organisasi. Prestasi Pustaka. Jakarta: 2003.






[1] Akhmad Subkhi, MM dan Mohammad Jauhar, S,pd. Pengantar teori dan Perilaku Organisasi. Prestasi Pustaka, Jakarta: 2003. h. 3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar