PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
MANAJEMEN
Kata
manajemen berasal dari kata Latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree
yang berarti melakukan, Kata-kata itu digabungkan menjadi kata kerja manager
yang artinya menangani. Managere diterjemahkan Ke dalam Bahasa Inggris dalam
bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management,dan manager untuk
orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan
kedalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
Manajemen
dalam arti luas adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian (P4) sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif
dan efisien( dalam arti luas).
Pengertian manajemen menurut para
ahli
Menurut G.R. Terry:
Manajemen adalah
suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan
suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau
maksudmaksud yang nyata.
Menurut Hilman:
Manajemen adalah
fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi
usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut Ricky W.
Griffin:
Manajemen sebagai
sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan
sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif
berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien
berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan
sesuai dengan jadwal.
B. Pemahaman
Tentang Organisasi
Menurut Ernest Dale, organisasi adalah suatu proses
perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan dan pemeliharaan suatu
struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Sedangkan menurut Cyril Soffer, organisasi adalah
perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu
sistem kerja dan pembagian dimana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas,
dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah
sekelompok orang yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.[1]
Ciri-ciri organisasi:
A.
Lembaga
sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang
ditetapkan
B.
Dikembangkan
untuk mencapai tujuan
C.
Secara
sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun
D.
Instrumen
sosial yang mempunyai batasan yang secara relative dapat di identifikasi.
C. Level Manajerial
Dalam organisasi yang besar, seringkali terdapat beberapa tingkatan
manajer, yaitu :
1. Top-level managers(manejer
tingkat atas),
Top-level managers (manejer
tingkat atas), tampak pada organisasi secara keseluruhan, mempengaruhi
koordinasi internal dan eksternal, dan biasanya keputusan dibuat dengan sedikit
instruksi atau terstruktur. Contohnya, manajer tingkat atas
termasuk OCOO (organization’s
chief operating officer) atau CEO (chief executive Officer), dan tingkat
tertinggi perawat administrator. saat ini nomenklatur untuk manajer perawat
tingkat atas bervariasi; ada yang disebut wakil presiden keperawatan atau
layanan perawatan pasien, perawat administrator, direktur keperawatan, kepala
keperawatan, asisten administrator dari layanan perawatan pasien, atau CNO (chief nurse officer).
Beberapa tingkat manejer perawat tingkat atas bertanggung-jawab bukan untuk
departemen keperawatan. Contohnya,
manejer perawat tingkat atas yang mengatur atau mengawasi bagian
respiratory, fisik, dan departemen
pengobatan, bersifat tambahan terhadap semua departemen keperawatan.
Demikian juga, CEO memiliki bermacam gelar, seperti
presiden atau direktur.
Hal ini perlu untuk diingat bahwa hanya CEO yang merupakan organisasi
tertinggi bertugas mengatur dan merupakan bagian dari manejer perawat tingkat atas. Tanggungjawab manajer tingkat
atas yaitu, menentukan filosofi organisasi, mengatur kebijakan, dan membuat
tujuan serta prioritas untuk alokasi sumber daya. Oleh sebab itu, manajer
tingkat atas sangat membutuhkan keterampilan kepemimpinan dan tidak terlibat
dalam operasi rutin harian seperti manajer dengan tingkat yang lebih rendah.
2. Manager middle-level (manajer
tingkat menengah),
Manager middle-level (manajer
tingkat menengah) mengkoordinir upaya dari tingkat hirarki yang
lebih rendah dan Sebagai penghubung antara manajer dengan tingkat rendah dan
manajer tingkat atas. Manajer tingkat menengah berperan dalam pelaksanaan
operasi sehari-hari, namun tetap terlibat pada beberapa perencanaan jangka
panjang dan dalam menetapkan kebijakan unit. Contoh manajer tingkat menengah
yaitu Perawat supervisi, manajer keperawatan, kepala keperawatan, dan manajer
unit.
Pada saat ini, terdapat banyak konsolidasi tambahan
dan perolehan fasilitas kesehatan. Tingkat administrasi yang berkurang sering
nyata pada organisasi yang mengkonsolidasikan ini. Hal ini sering terjadi pada
manajer tingkat menengah yang mempunyai tanggungjawab tinggi dan ekspansi
peran. Alhasil, banyak fasilitas kesehatan yang menamai kembali tingkat menejer
menengah dengan gelar “Direktur” sebagai cara untuk mengindikasi peran-peran yang baru (Urden & Rogers,
2000). Istilah lama direktur keperawatan, masih terpakai pada beberapa
fasilitas kecil yang menunjukan CNO,
kini juga digunakan pada beberapa organisasi kesehatan untuk menunjukan manajer tingkat menengah.
Perkembangan gelar pada administrator kesehatan sangat penting dibuat agar
individu memahami peran dan tanggungjawab setiap posisinya.
3. First level manager (Manajer tingkat
pertama
First level manager (Manajer
tingkat pertama), berkaitan dengan unit spesifik arus kerja.
Mengurus masalah dengan segera pada unit operasi harian, dengan kebutuhan
organisasi, dan dengan kebutuhan pribadi dari karyawan. Efektivitas dari manajer
tingkat pertama amat mempengaruhi
organisasi. Manajer tingkat pertama memerlukan keterampilan manajemen yang baik. pekerjaannya sangat dekat dengan
pasien dan tim kesehatan, manajer tingkat pertama juga memiliki kesempatan yang
sangat baik untuk mempraktekkan peran kepemimpinannya tersebut yang akan sangat
besar mempengaruhi produktifitas dan kepuasan bawahannya. Contoh manajer
tingkat pertama yaitu, perawat pemberi asuhan primer, tim pemimpin, manajer
kasus, dan pimpinan perawat. Pada beberapa organisasi, setiap perawat yang
terdaftar dapat dipertimbangkan menjadi manajer tingkat pertama. Semua perawat
dalam setiap situasi harus mampu mengatur dirinya sendiri dan memberi
perawatan.
Salah satu tanggung jawab kepemimpinan dalam organisasi adalah memeriksa secara Periodical
sejumlah orang yang terikat perintah (bawahan). Organisasi sering menambahkan
tingkatannya hingga terdapat terlalu banyak manajer. Oleh sebab itu, manajer
keperawatan harus dengan cermat mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam
menambahkan satu tingkat manajemen.
D. Peran
Manajer (Managerial Roles)
Ketika
para manajer ditanya, aktivitas apa saja yang mereka lakukan dalam mengelola
perusahaan? Kemungkinan besar mereka akan menjawab bahwa aktivitas-aktivatas
yang mereka lakukan adalah pleaning, organizing, leading, dan controlling.
Tetapi apa yang sesungguhnya yang dilakukan oleh manajer tersebut tidaklah
selalu dapat dikaitkan denagan fungsi manajemen secara jelas.
Pleaning (perencanaan) adalah sebuah
fungsi manajemen yang meliputi pendefinisian sasaran, penataan strategi untuk
mencapai sasaran, dan pengembangan rencana kerja untuk mengelola
aktivitas-aktivitas. Organizing (penataan) adalah sebuah fungsi manajemen yang
melibatkan tidakan-tindakan penataan dan pengaturan berbagai aktivitas kerja
secara terstruktur demi mencapai sasaran organisasi. Leading (kepemimpinan)
adalah sebuah fungsi manajemen yang melibatkan interaksi dengan orang lain
untuk mencapai sasaran organisasi. Controlling (pengendalian) adalah sebuah
fungsi manajemen yang melibatkan tindakan-tindakan pengawasan, penelitian, dan
koreksi terhadap kinerja dan hasil pekerjaan.
Henry Mintzberg (1988) mengemukakan
konsep peran manajer untuk lebih mempertajam pemahaman mengenai apa yang
sebenarnya dilakukan oleh manajer. Dalam hal ini Mintzberg manajer diberikan
wewenang formal oleh perusahaan. Melalui pemberian wewenang formal inilah
manajer memiliki status manajer, dan berbagai peran yang dilakukan oleh manajer
dapat dilihat di bawah ini.
|
||||||||||
|
||||||||||
|
||||||||||
|
||||||||||
Berdasarkan
hasil pegamatan yang dilakukan oleh Mintzberg terhadap apa yang sesungguhnya
dilakukan oleh para manajer dalam menjalankan statusnya, diperoleh sepuluh
peran yang dilakukan oleh manajer yang terbagi dalam tiga kelompok peran, yakni
:
1. Interpersonal
roles (peran interpersonal)
Berdasarkan
status serta kewenangan yang dimilikinya, manajer harus melakukan interaksi
dengan sumber daya manusia lainnya dalam organisasi. Dari interaksi inilah akan
muncul peran manajer yang bersifat interpersonal yang diwujudkan ke dalam tiga
peran penting yakni figurehead role (peran panutan), leader role, leason role
(peran penghubung).
2. Informational
Roles (peran pemberi informasi)
Status
dan wewenang formal yang dimiliki oleh seorang manajer memungkinkan manajer
untuk memperoleh informasi yang lebih luas, antara lain karena adanya bawahan
yang harus melaporkan berbagai perkembangan perusahaan kepada manajer tersebut.
Akibat kedudukannya ini maka manajer memiliki informasi lebih aktual dan dalam
jumlah relatif lebih banyak dibandingkan dengan para bawahannya.
Dari
sinilah muncul peran manajer yang kedua yakni informational role, yang
selanjutnya di jabarkan menjadi tiga peran, yakni monitor role (peran pengawas)
adalah seorang yang aktif mencari informasi yang mungkin berharga. Disseminator
role (peran penyebar informasi) adalah peran yang mengirimkan kembali informasi
yang relevan ke orang lain ditempat kerja. Spokesman role (juru bicara) adalah
orang yang secara formal memberikan informasi kepada orang-orang di luar unit
atau di luar organisasi.
3. Decisional
role (peran pengambil keputusan)
Informasi
yang dimiliki oleh para manajer akan memiliki nilai guna apabila informasi
tersebut digunakan pada saat para manajer mengambil keputusan. Oleh sebab itu,
peran yang ketiga yang dilakukan oleh para manajer adalah decisional role yang
mencakup entrepreneurial role (wirausahawan). Disturbance Handler role (peran
penengah keributan), dalam hal ini manajer menangani masalah seperti pemogokan,
pelanggaran, hak cipta, atau masalah dalam hubungan masyarakat atau perusahaan.
Resources Allocator role (peran pengalokasi sumber daya), sebagai pengalokasi
sumber daya manajer memutuskan bagaimana sumber daya di distribusikan dan
dengan siapa dia akan bekerja sangat dekat. Negotiator role (peran perunding
atau negosiator), dalam peran ini manajer melakukan perundingan denagn kelompok
atau organisasi lain sebagai perwakilan dari perusahaan.
E.
Kinerja Organisasi
Menurut Swanson (dalam Keban, 2004:193) Kinerja
organisasi adalah mempertanyakan apakah tujuan atau misi suatu organisasi telah sesuai dengan
kenyataan kondisi atau faktor ekonomi, politik, dan budaya yang ada; apakah
struktur dan kebijakannya mendukung kinerja yang diinginkan; apakah memiliki
kepemimpinan, modal dan infrastuktur dalam mencapai misinya; apakah kebijakan,
budaya dan sistem insentifnya mendukung pencapaian kinerja yang diinginkan; dan
apakah organisasi tersebut menciptakan dan memelihara kebijakan-kebijakan
seleksi dan pelatihan, dan sumber dayanya.
Kinerja organisasi oleh Bastian (2001:329) sebagai gambaran mengenai
tingkaat pencapaian pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi dalam upaya
mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi tersebut
Kinerja organisasi merupakan gambaran mengenai hasil kerja organisasi dalam
mencapai tujuannya yang tentu saja akan dipengeruhi oleh sumber daya yang
dimiliki oleh organisasi tersebut. Sumber daya yang dimaksud dapat berupa fisik
seperti sumber daya manusia maupun nonfisik seperti peraturan, informasi, dan
kebijakan, maka untuk lebih memahami mengenai faktor-faktor yang mampu
mempengaruhi sebuah kinerja organisasi. Konsep kinerja organisasi juga
menggambarkan bahwa setiap organisasi publik memberikan pelayanan kepada
masyarakat dan dapat dilakukan pengukuran kinerjanya dengan menggunakan
indikator-indikator kinerja yang ada untuk melihat apakah organisasi tersebut
sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan untuk mengetahui tujuannya sudah
tercapai atau belum.
F. SIKLUS PROSES MANAJEMEN
Manajemen
melibatkan empat aktivitas dasar perencanaan dan pengambilan keputusan,
pengambisian, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Walau terdapat
logika mendasar untuk mendiskripsikan keempat aktivitas tersebut secara
berurutan, kebanyakan dari manajer terlibat lebih dari satu aktivitas pada
waktu yang bersamaan dan sering kali berganti aktivitas secara tidak terduga.
|
|||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||
Berikut
pemaparan definisi yang terdapat di atas :
1. Perencanaan
Pada dasarnya merupakan suatu proses
untuk menetapkan di awal berbagai hasil akhir (and results) yang ingin di capai
perusahaan di masa mendatang,antara keiatan perencanaan dengan hasil akhir yang
ingin di capai di asumsikan terdapat jeda waktu (time lag). Dimana semakin
panjang rencana yang di buat maka jeda waktu antara perencanaan dengan hasil
akhir yang ingin di capai semakin besar dan derajat ketidakpastian pencapaian
hasil tersebut yang semakin meningkat dan sebaliknya.
2. Pengorganisasian
Menurut Cyril Soffer,organisasian adalah
persekutuan atau perkumpulan orang – orang yang masing – masing di beri peranan
tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja dimana pekerjaan di pilah
pilih menjadi tugas dan di bagikan kepada pelaksana tugas untuk mendapatkan
satu kesatuan hasil.
3. Kepemimpinan
Suatu proses yang di lakukan manajer
perusahaan untuk mengarahkan dan memengaruhi para bawahannya dalam kegiatan
yang berhubungan dengan tugas, agar para bawahannya tersebut mau mengerahkan
seluruh kemampuannya baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota suatu tim
untuk mencapai tujuanyang telah ditetapkan perusahaan.
4. Pengendalian
Proses monitoring terhadap berbagai
aktivitas yang dilakukan sumber daya organisasi untuk memastikan bahwa
aktivitas yang dilakukan tersebut akan dapat mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dan tindakan koreksi dapat dilakukan untuk memperbaiki penyimpangan
yang terjadi. Tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan dan pengendalian
adalah tersedianya berbagai perangkat bagi manajer untuk mengarahkan dan
memotivasi para bawahannya agar mereka dapat bekerja mencapai tujuan
organisasian serta menyediakan umpan balik bagi para manajer mengenai seberapa
bagus kinerja para bawahannya.
KESIMPULAN
Kata
manajemen berasal dari kata Latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree
yang berarti melakukan, Kata-kata itu digabungkan menjadi kata kerja manager
yang artinya menangani. Managere diterjemahkan Ke dalam Bahasa Inggris dalam
bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management,dan manager untuk
orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan
kedalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
Manajemen
dalam arti luas adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian (P4) sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif
dan efisien( dalam arti luas).
Dan pengertian organisasi menurut Ernest Dale, organisasi
adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan dan
pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu
kerja kelompok.
Ciri-ciri organisasi:
E.
Lembaga
sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang
ditetapkan
F.
Dikembangkan
untuk mencapai tujuan
G.
Secara
sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun
H.
Instrumen
sosial yang mempunyai batasan yang secara relative dapat di identifikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Usman,Husaini. ManajemenTeori Praktik dan Riset Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta:
2009 Jilid 6
From,http://mobelos.blogspot.com/2013/12/pengertian-manajemen-definisi-manajemen.html
Drucker, Peter. Chapter 12
organizational structure. Leadership Roles and Management Functions in Nursing Theory &
Application.pdf.
Ellis, J. R dan Hartley, C. L.
(2012). Nursing in today’s world-trends,
issues, and management. Philadelphia: Lippincott Williams and wilkins.
Subkhi, Akhmad, MM. Dan Mohammad Jauhar, S,pd. Pengantar Teori &Perilaku Organisasi.
Prestasi Pustaka. Jakarta: 2003.
[1] Akhmad Subkhi, MM dan Mohammad Jauhar,
S,pd. Pengantar teori dan Perilaku
Organisasi. Prestasi Pustaka, Jakarta: 2003. h. 3.